Usaha Waralaba Diatur Kepemilikannya Oleh Pemerintah

Usaha Waralaba Diatur Kepemilikannya Oleh Pemerintah

Bayu Krisnamurthi selaku wakil menteri perdagangan mengabarkan, revisi yang mengatur waralaba, mencakup pembatasan pemilik usaha waralaba yang dimaksud untuk mencegah adanya monopoli pada bidang usaha tersebut.

Pemegang satu hak waralaba tidak dapat membuka cabang dengan dengan pemilikan yang sama. Jika dia ingin membuka usaha waralaba lagi harus ada waralaba yang baru dengan pemegang hak yang baru. Yang pasti ada batasannya, itu yang dikatakan oleh Bayu setelah menghadiri launching majalah ritel.

Dirjen Perdagangan Dalam Negri Gunaryo pernah menjelaskan, seharusnya pemerintah mewajibkan pelaku waralaba asing yang ada di Indonesia harus melibatkan pengusaha lokal pada kegiatan bisnisnya dalam upaya mencegah monopoli.

“Waralaba asing harus  diberi batasan dalam memilih pewaralaba utama. Dia tidak dizinkan membuka gerai terlalu banyak tanpa memberi peluang kepada pewaralaba lokal sebab akan berpotensi terjadinya monopoli,” jelasnya.

Ketentuan usaha waralaba dalam undang undang

Bayu juga menjelaskan bahwa menyempurnakan Permendag Nomor.31 / M – DAG / PER / 8 / 2008 tentang penyelenggaraan franchise juga termasuk upaya daam mendorong perkembangan usaha waralaba dan juga ketentuan lain dalam penyelenggaraan bidang usaha tersebut.

“Kami juga akan melihat kepentingan perlindungan konsumen dengan tidak bermaksud menghalang-halangi investasi dan timbul biaya tinggi,” ujarnya.

Pemerintah juga memutuskan untuk merevisi aturan dalam waralaba agar dapat lebih mengakomodasi keperluan pengusaha waralaba didalam negeri. Oleh sebab itu, waralaba lokal bisa lebih berperan pada pasar dalam negeri dan pasar internasional.

“Selama ini franchise domestik yang ingin mengembangkan perusahaannya ke negara lain sangatlah sulit. Sebab itu Kami bermaksud mengadaptasi aturan mereka agar posisi kita bisa setara dengan mereka.” tegasnya.

Ka. Pelaksana Aprindo  Tutum Rahanta mengutarakan, pewaralaba bidang ritel domestik harus siap menjadi kompetitor dari peritel asing yang sudah masuk ke negara kita sebab regulasi memang memberi kemungkinan mereka masuk.

Tutum menegaskan bahwa  selain merevisi regulasi pemerintah dapat membantu para pe bisnis waralaba domestik dalam meningkatkan tingkat persaingan dengan menurunkan bunga kredit dengan bertahap.

Usaha Waralaba vs Membeli Business Opportunity

Usaha waralaba adalah salah satu alternatif bagaimana memulai sebuah bisnis dan kelebihan berwirausaha konsep waralaba merupakan ekspansi bisnis yang lebih cepat dengan resiko yang bisa dibilang relatif kecil. Umumnya usaha waralaba bisa menjadi pilihan yang tepat untuk siapa saja, tidak hanya individu yang mau terjun memiliki bisnis sendiri tetapi juga untuk perusahaan yang ingin melakukan ekspansi atau membuka cabang lain tanpa biaya yang besar dan umunya perkembangan dengan metode waralaba dapat lebih cepat jika dibandingkan membuka cabang sendiri. Tapi tergantung  juga dari seberapa seriusnya anda dalam menjalankan usaha tersebut

Pada  usaha waralaba memiliki aturan yang sudah disepakati dua pihak pada sebuah perjanjian disebut ”perjanjian waralaba”. Pada perjanjian itu kita memiliki hak & kewajiban masing-masing baik selaku franchisor ataupun sebagai franchisee. Sehingga keduanya dapat dilindungi dan tidak mempunyai kebebasan besar semua harus mengikuti aturan yang telah dibuat oleh pewaralaba sehingga untuk yang akan menjalani waralaba yang mempunyai ide-ide bagus maka metode waralaba dirasa kurang cocok sebab semua harus  mengikuti ketentuan yang telah dibuat oleh pewaralaba  yang  sudah disepakati bersama.

Jika anda tidak siap dengan ketentuan dan cara yang telah ditetapkan pemberi waralaba maka mungkin cara lain seperti Business Opportunity menjadi salah satu cara mulai berbisnis. Bila pada waralaba semuanya telah ditentukan oleh pewaralaba maka pada Business Opportunity mempunyai sedikit kebebasan yang mungkin nanti dalam mengelola bisnisnya sama seperti apakah membeli produknya  bisa dari anda yang membeli sendiri atau dari dia, apakah ingin menggunakan brandnya atau tidak, biasanya anda akan diberikan kebebasan untuk mengelola bisnisnya.

Namun business opportunity tidak memiliki pengalaman  yang banyak  jika dibandingkan  dengan usaha waralaba yang sudah mempunyai jam terbang yang lebih lama. Karena itu business opportunity adalah bisnis yang belum teruji tetapi anda perlu ketahui bahwa sudah banyak usaha waralaba yang memulai bisnis awalnya business opportunity.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*