Perjanjian Waralaba Salah Satu Dokument Franchisor

Perjanjian Waralaba Salah Satu Dokument Franchisor

Perjanjian Waralaba yang dapat diartikan sebagai dokumen komitmen, kriteria, serta ketentuan yang ditulis dan diinginkan oleh pihak pemberi waralaba (franchisor) untuk para penerima waralaba (franchisee). Memang usaha ritel waralaba atau franchise saat ini layaknya jamur yang tumbuh subur pada musim penghujan. Banyak para pebisnis atau pengusaha yang menawarkan sistem franchise/mewaralabakan usahanya. Peluang bisnis waralaba ini begitu banyak tersedia. Mulai dari waralaba makanan, ritel, pendidikan dan lain sebagainya, mulai dari yang bermodal 1 juta hingga ke ratusan juta. Siapkan perjanjian waralaba untuk bisnis waralaba anda.

Tak dapat dipungkiri langkah mewaralabakan suatu usaha merupakan salah satu langkah tepat untuk mengembangkan bisnis dengan cepat. Akan tetapi, satu hal yang perlu di ingat adalah munculnya masalah di kemudian hari, maka untuk mengantisipasi hal ini perlu ada sebuah perjanjian waralaba dalam menjalankan bisnis waralaba.

Isi perjanjian waralaba sesuai dengan kebijakan manajemen franchisor

Pada prinsipnya bisnis waralaba atau franchise adalah salah satu pola penyerahan lisensi kepada pihak lain, akan tetapi sedikit beda dengan definisi lisensi pada lazimnya, bisnis waralaba titik tekannya untuk memakai aturan main, strategi, maupun metode atau lain sebagainya yang ditetapkankan oleh pihak yang memberikan waralaba secara khusus dan hal ini wajib diikuti oleh pihak yang menerima lisensi atau waralaba.

Oleh karena itu atas dasar konsep dasar tersebut di atas makan dalam perumusan Perjanjian Waralaba harus disusun secara rinci dan konkret, hal ini karena saling memberikan kepercayaan dan adanya harapan untuk memndapatkan laba  atau untung bagi semua pihak akan didapat secara cepat.

Perlu diingat sebelum menyusun perjanjian waralaba, pihak pemberi waralaba wajib memberitahukan keterangan identitas diri secara tertulis dan dengan sebenar-benarnya kepada pihak yang menerima waralaba paling minimal keterangan tersebut berkaitan dengan: nama, alamat, bentuk hak kekayaan, bentuk usaha, hak dan kewajiban, lingkup usaha, waktu berlaku perjanjian, teknis pembayaran keuntungan, kepemilikan, jalan keluar ketika ada persengketaan, teknis perpanjang, akhir dan pemutusan kontrak Perjanjian Waralaba serta ketentuan-ketentuan lain yang mengatur hubungan antara pihak yang memberikan waralaba dan pihak yang menerima waralaba.

Mencermati perjanjian waralaba sebelum memutuskan bergabung dalam sebuah format bisnis franchise

Jika misalkan Anda adalah pihak yang menerima waralaba, membeli waralaba pihak lain mungkin bisa jadi sebagai sebuah investasi yang berarti bagi Anda. Meskipun cukup berminat dengan waralaba yang ada, sangat dianjurkan untuk jangan cepat setuju atau langsung menandatangani perjanjian waralaba, atau bahkan langsung menyerahkan biaya investasi,  menyerahkan lahan hingga benar-benar mendapatkan kepastian dan kesepahaman pada  isi perjanjian. Karena itu langkah yang paling sederhana untuk mengawalinya adalah meminta draft atau rancangan kontrak perjanjian dari pihak pemberi waralaba.

Mengapa hal tersebut perlu ditempuh ? karena beberapa alasan berikut: pertama; terjadinya sengketa atau perselisihan sering diakibatkan oleh adanya ketidakjelasan isi perjanjian,  kedua; jika biaya investasi sudah diserahkan sebelum penandatangan, maka boleh jadi Anda pada posisi yang lemah, ketiga; isi perjanjian faktor penentu tingkat keuntungan usaha Anda, karena itu tentukan porsentase sejak awal dengan konkret dan jelas, serta perlu dihindari kalimat yang tidak jelas seperti akan ditentukan di waktu lain, dan lain sebagainya

Setelah benar-benar setuju dengan isi perjanjian yang tercantum draft rancangan perjanjian, barulah disusun kembali setelah dilakukan revisi jika memang ada. Perjanjian bisnis waralaba yang sudah fix tersebut wajib untuk diberikan kepada calon pihak yang menerima waralaba dalam jangka waktu paling lambat dua minggu seblum dilakukan pengesahan melalui penandatangan perjanjian waralaba.

Demikian uraian singkat yang membahas tentang isi perjanjian waralaba sebagai salah satu dokument franchisor yang jelas pasal pasal yang mengingat pada kedua belah pihak antara franchisee dan pihak franchisor, atau yang berkaitan dengannya, dengan harapan bisa sedikit menambah wawasan sebelum memulai format bisnis franchise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*