Membangun pemasaran produk lokal dengan modal kecil

Membangun pemasaran produk lokal dengan modal kecil.

Ketika di hadapkan pada permasalahan pemasaran, sebuah usaha jelas saja mengalami stagnasi atau lebih resiko lagi adalah produksi berhenti dan hal ini menandakan bahwa usaha tersebut dalam keadaan riskan rugi.

Ada beberapa hal yang seharusnya di bangun oleh pemilik usaha itu sendiri, bahwa bidang bidang tertentu harus di pisahkan dari manajemen. Tidak hanya perusahaan perusahaan besar yang melakukan hal ini, pun usaha kecil juga bisa di terapkan.

Ambil contoh, produsen kebutuhan rumah tangga seperti unilever, mempercayakan pemasaran produk nya dengan menggandeng salah satunya adalah Indomarco. Kita tau bahwa indomarco sudah mempunyai jaringan penjualan melalui outlet outlet yang sudah terbangun sebelumnya. Tidak hanya itu, dalam pemasarannya indomarco juga memasarkan di luar itu, sebagai contoh toko toko kecil atau toko toko besar, baik toko eceran maupun grosir.

Belajar dari proses produksi unilever yang lebih konsentrasi pada produksi dan penilitian serta pengembangan produk produk baru, dan serta perusahaan indomarco yang lebih konsentrasi pada pemasaran. 2 perusahaan ini telah menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan berkembang cepat.

Memang tidak mudah untuk mendirikan perusahaan yang berkiprah dalam pemasaran produk seperti indomarco. Perlunya sebuah sumber daya manusia yang tangguh, manajemen yang profesioanal serta modal uang yang sangat besar. Bagaiman cara cara indomarco memasarkan sebuah produk secara offline. Itu butuh dana yang sangat besar.

Sekarang mari kita lihat, pemasaran perusahaan seperti lazada, zalarosa, tokopedia dan lain lain. Perusahaan seperti ini mempromosikan produk melalui adword google dan facebook ads.

Sekarang bagaimana dengan seorang pribadi yang tidak banyak modal untuk mengambil sebuah kesempatan pemasaran dari sebuah produk hasil dari produksi lokal di daerah kita?

Saya akan sedikit berbagi dalam tulisan di bawah ini.

Saya tidak hanya memasarkan produk waralaba milik sendiri tetapi saya juga memasarkan beberapa produk waralaba milik orang lain, saya pun juga tertarik dengan cara cara indomarco serta cara cara lazada dan lainya yang telah sukses berkembang pesat dan besar.

Oleh karena itu sejak tahun 2011 kemarin, saya membangun toko online yang dalam kiprahnya saya melakukan negoisasi dengan beberapa produsen lokal, dan kemudian memasarkan produk produk itu melalui online.

Dengan modal yang tidak sampai 5 juta di awal, dalam bulan pertama sudah kembali modal. Saya menyiapkan website toko online dan fanpage facebook yang kemudian ada tim tersendiri untuk memelihara website dan pemasaran via facebook serta penempatan 2 CS untuk melayani calon calon pelanggan baik melalui kontak HP, email serta calon pelanggan yang berkunjung di toko atau gerai. Pada tahun ke 2 saya buatkan gerai, gerai itu hanyalah mendisplay satu dua barang dagangan. Sepenuhnya produk produk secara langsung di ambil dari produsen lokal.

Itu adalah cara sederhana dan murah yang saya lakukan.

Jika saja saya membangun pemasaran produk produk lokal itu dengan cara offline, saya jelas memerlukan modal awal lebih besar dan jika demikian, saya akan mengalami kesulitan membangun di awal.

Untuk menjadi besar, di mulai dulu dengan yang kecil dulu. Suatu hari nanti saya juga pingin besar seperti Lazada.. he he he he he.. doain ya..

Usaha pemasaran produk saya berkembang, sudah pasti usaha produsen lokal itu juga berkembang. Yang awalnya mereka hanya menempati aktivitas produksi di belakang rumah, sekarang mereka sudah mendirikan bangunan untuk aktivitas produksi.

Mereka para produsen harus di pahamkan juga bahwa berkonsentrasilah pada produksi dan pengembangan produk, Sementara pemasarannya serahkan pada pihak lain yang lebih konsentrasi. Bak hubungan Unilever dan Indomarco. Begitu…

Demikian, artikel tentang membangun pemasaran produk lokal dengan modal kecil. Semoga mampu memberi inspirasi bagi pembaca website ini.

Membangun pemasaran produk lokal dengan modal kecil. Ketika di hadapkan pada permasalahan pemasaran, sebuah usaha jelas saja mengalami stagnasi atau lebih resiko lagi adalah produksi berhenti dan hal ini menandakan bahwa usaha tersebut dalam keadaan riskan rugi. Ada beberapa hal yang seharusnya di bangun oleh pemilik usaha itu sendiri, bahwa bidang bidang tertentu harus di …

Review Overview

User Rating: 4.69 ( 4 votes)
0

4 comments

  1. Terima kasih karena telah berbagi informasi yang bermanfaat ini. Salam kenal.

  2. sepertinya memasarkan produksi potensi daerah masing-masing memang bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*