Kebangkrutan usaha karena penggunaan uang yang tidak di kenali

Hari ini, kebangkrutan usaha karena penggunaan uang yang tidak di kenali.

Hallo kawan, taukah bahwa tidak mengenal penggunaan uang dalam sebuah usaha sangat rawan terjadi kerugian yang bisa saja (lambat laun) terjadi sebuah fenomena yang tidak di inginkan oleh seorang pengusaha, yaitu kebangkrutan usaha.

Saya hanya akan menceritakan beberapa khasus yang masuk ke kami. Khasus ini terlihat pada saat konsultasi via email yang di ajukan oleh pengunjung web ini., yang tentu saja privacy mereka sangat kami hargai alias kami jaga.

Pertanyaan pertanyaan yang masuk ke kami, dan kemudian kami jawab :

Saya punya usaha, usaha saya terlihat lancar, kenapa ternyata hasil yang saya peroleh landai landai saja, bahkan cenderung ada semacam grafik yang menurun?

Kami, ganti bertanya balik, kenapa usaha bapak kok TERLIHAT LANCAR?

Karena usaha tersebut belum memiliki data data akuntansi keuangan dengan jelas. Sehingga hanyalah nota atau pembukuan manual itu yang saya amati, saya lihat dan saya analisa.

Taukah kawan dengan cara itu, saudara hanyalah bisa mengetahui sebuah margin kotor dari sebuah penjualan.

Khasus, dari suplier mendapatkan harga Rp 100.000,- kemudian bapak tersebut jual seharga Rp 150.000,-. Maka bapak mendapatkan margin penjualan Rp 50.000,-. Pada saat melihat laporan manual terjadi penjualan 500 pcs setiap bulanya, maka secara tertulis saudara mendapatkan keuntungan sebesar Rp 25.000.000/bulan.

Sekilas memang besar nilai keuntungan itu. Taukah saudara bahwa mengelola keuangan yang baik itu ada beberapa faktor. Faktor tersebut jika di include dalam sebuah laporan ada 5 jenis (secara umum). Yaitu :

  1. Kekayaan termasuk stok produk di toko Anda dan piutang atau istilah umumnya kekayaan anda yang berada di pihak luar,
  2. Modal awal dan modal berkembang,
  3. Hutang,
  4. Pengeluaran,
  5. Serta pendapatan.

Sebelum kami menjelaskan kenapa usaha Anda yang terlihat lancar itu ternyata memberikan keuntungan landai pada setiap bulannya bahkan ada kecenderungan terjadi kerugian yang jika terus menerus hal tersebut di lakukan akan berdampak pada sebuah kebangkrutan. Kami akan menerangkan terlebih dahulu (secara garis besar), perihal cash flow yang ada di setiap 5 faktor di atas.

Dalam sebuah manajemen bisnis yang baik, sebuah keputusan atau kebijakan harus di dasarkan pada analisa cash flow yang terjadi pada usaha Anda. untuk melihat analisa ini, jika saja saudara menggunakan laporan keuangan secara manual, kami yakin, saudara akan mengalami kesulitan yang luar biasa. Apalagi sudah tidak asing lagi bahwa seorang pengusaha itu paling males dengan yang namanya hitung hitungan. Bener kan?, Karena hal yang terpenting dalam otak pengusaha adalah sales yang besar, kadang sampai lupa dengan proses terjadi sales, seperti data data konsumen secara terstuktur rapi.

Oke kita mulai pada pembahasan di atas.

Pada saat Anda memulai sebuah usaha, sudah pasti memerlukan modal (dalam khasus diatas, modal disini adalah uang). Sumberdaya manusia dalam penerapan akuntansi tidak masuk dalam kategory modal. Walaupun secara teknis marketing dan pengembangan sumberdaya manusia dalam sebuah usaha adalah sebuah modal yang tidak bisa di remehkan.

Anda yang saat ini kebetulan menjalankan usaha penjualan online (salah satu konsultasi bisnis via email yan masuk di kami) dengan menjadi Agen resmi dari sebuah produk riil.

Kebetulan pada saat itu, untuk menjadi agen, start up membutuhkan modal 40 juta dan dikembalikan lagi berbentuk sebuah produk dengan nilai yang sama. Kemudian modal lainya untuk pembelian peralatan kerja seperti penyediaan sebuah laptop, sebuah HP dan lain lain. Walaupun sebelum memutuskan menjadi agen sudah memiliki peralatan peralatan tersebut, itu juga masuk dalam kategori modal awal yang kemudian menjadi sebuah kekayaan usaha.

Langkah awal untuk mempromosikan daganganya tersebut, pemilik usaha melakukan promosi secara online dengan segenap kemampuannya mendapatkan kunjungan. Dan alhasil mendapatkan sales. Dan kemudian karena entah apa yang terjadi, pemilik tersebut mulai jenuh dengan optimasi pemasaran dengan cara gratisan, pemilik tersebut sudah mulai capek, males dengan cara seperti itu, Hingga akhirnya memutuskan untuk mempromosikan daganganya melalui adword dan fb ads yang di serahkan ke pihak lain yang dipercaya.

Target audience promot anggap saja sudah baik dan tersegmen. Dan alhasil ternyata dengan dengan cara promo berbayar tersebut, pemilik mendapatkan sales yang cukup bagus. Yaitu terjadi penjualan rata rata 500 pcs setiap bulan. Dengan margin Rp 25.000.000 (seperti yang sudah disebutkan di atas).

Dengan sebuah margin yang cukup mengembirakan tersebut, ternyata pemilik pada setiap akhir bulan merasa “TIDAK PUNYA UANG”. (dalam dunia psikologis jika perasaan ini ada di diri kita, sangat bahaya untuk kelangsungan usaha yang kita jalankan, orang malah akan menjadi males dan merasa kerjaanya tidak memberikan keuntungan apa apa),, nah ini salah satu efek dari cara kita, jika akuntasi dikelola secara manual dengan secarik nota dan buku kas.

Dalam tulisan di bawah ini, kami dalam komunikasi via email tersebut, hanyalah memberikan sebuah gambaran dan tolak ukur. Karena bagaimanapun juga keputusan usaha tetap pada pemilik.

  • SHU (Sisa hasil Usaha) adalah peran antara penjualan (pendapatan) dan peran pengeluaran. Dan Sisa Hasil Usaha yang terjadi adalah faktor apakah neraca usaha akan turun atau naik. Karena berkembangnya modal yang berada di faktor kekayaan adalah perkembangan dari sebuah SHU. Jadi penentu sebuah keberhasilan atau kenaikan grafik adalah SHU yang selalu lebih besar dari bulan bulan sebelumnya.
  • Mungkin, sebagian orang, berpikir berusaha yang terpenting action gak perlu melihat itung itunganya. Ini menurut kami, akan sangat lebih baik jika dalam actionya tersebut juga diiringi dengan manajemen akuntansi dengan baik.
  • Mungkin, sebagian orang, berpikir yang terpenting sales. IYA, bener sekali yang terpenting sales, dan sangat akan lebih baik bila mengetahui proses termasuk data data kenapa sales itu terjadi. Memang dalam prakteknya, pengusaha pemula sales lebih utama dari sekedar data. Tetapi sebaliknya pengusaha pengusaha besar melihat sales (penjualan) itu sama pentingnya dengan data data konsumen yang akurat.
  • Kecenderungan dengan penggunaan uang yang tidak di kenali (dalam arti menggunakan uang untuk kepentingan pribadi tanpa tolak ukur akuntansi).

Jika saja, cara manajemen tersebut di lakukan dengan laporan akuntasi yang benar, terjadi adalah seperti ini (point point penting):

  • Mengetahui dan mengukur budget promosi pada setiap bulanya dengan menetapkan sebuah target perolehan omzet. Hal ini akan menggerakan anda sebagai pemilik usaha memberikan dorongan dalam diri anda sendiri dan tim yang ada, dengan selalu memberikan motivasi serta bonus. Besar kecilnya budget promosi yang anda putuskan, itu terjadi karena Anda melihat dan mengukur neraca keuangan usaha Anda. Dan, tidak seharusnya, membudget biaya promosi tanpa tolak ukur dan tanpa target omzet.
  • Selalu mengontrol pengeluaran operasional dengan bijak dan tepat, hal ini akan terjadi jika saja sistem akuntansi usaha Anda bekerja dengan baik.
  • Mampu menambah peralatan dengan bijak dan tepat dengan melihat tolak ukur perkembangan SHU Anda.
  • Mampu menabungkan sebagian hasil dari perolehan SHU yang terukur dalam faktor kekayaan, ini akan terjadi dengan baik apabila manajemen cash flow usaha Anda bekerja dengan baik.
  • Penarikan dana yang bijak untuk kepentingan pribadi (faktor pengeluaran) dengan adanya akuntansi yang benar.
  • Ada kemampuan Anda untuk menambah modal dari pihak lain yang berupa HUTANG yang akan di tujukan ke faktor kekayaan (stok produk rill dan explorasi usaha yang masih INLINK). Dengan hutang, maka pengeluaran Anda juga bertambah tentu saja, karena adanya beban bunga). Dengan melihat sistem akuntansi yang baik, semua tidak ada masalah dalam mengambil keputusan apakah harus hutang atau tidak. Ingat, tujuan hutang hanyalah untuk keperluan usaha, bukan keperluan pribadi yang menjadi tanggungan usaha Anda.

Itu adalah jawaban kami atas delik permasalahan di atas, Jika anda (pengunjung web ini), ada masukan, silahkan berkomentar di kotak komentar yang kami sediakan di bawah tulisan ini.

Hari ini, kebangkrutan usaha karena penggunaan uang yang tidak di kenali. Hallo kawan, taukah bahwa tidak mengenal penggunaan uang dalam sebuah usaha sangat rawan terjadi kerugian yang bisa saja (lambat laun) terjadi sebuah fenomena yang tidak di inginkan oleh seorang pengusaha, yaitu kebangkrutan usaha. Saya hanya akan menceritakan beberapa khasus yang masuk ke kami. Khasus …

Review Overview

User Rating: 4.9 ( 1 votes)
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*