Waralaba Ayam Bakar MINI

PELUANG USAHA DENGAN BERGABUNG WARALABA ABM (Ayam Bakar Mini)
Waralaba ayam bakar mini

Brand Waralaba ayam bakar mini (ABM)

ABM berani menyajikan porsi minimalis sehingga konsumen tidak lagi berfikiran “Ayam bakar identik dengan makanan yang mahal” oleh karena itu ABM memberi solusinya dengan varian menu mini dengan harga terjangkau (ABM)

Sebelum Anda menghubungi kami, silahkan mengisi formulir di bawah artikel ini. Kami hanya melayani calon calon mitra yang serius berkarya dan bekerja bersama kami. Setelah anda membaca artikel penawaran di website ini belum jelas, tanyakan ke kami. Kami dengan senang menjawab semua pertanyaan Anda secara detil dan jelas. Kemudian, putuskan untuk bergabung atau tidak. Itu terserah Anda!
Modifikasi Logo dan Harga Gaet Pelanggan

Memodifikasi usaha yang tengah naik daun, merupakan cara pemain baru masuk di tengah persaingan pasar yang ketat. Itulah yang dilakukan brand Ayam Bakar Mini yang memodifikasi logo McDonald’s dan meniru harga mini ayam bakar di kampung halaman pemiliknya

Beberapa waralaba dari luar negeri, mulai dari kedai kopi hingga restoran cepat saji, umumnya sukses menggaet konsumen dalam negeri. Gerai-gerainya menjamur bak cendawan di musim hujan ke seluruh penjuru tanah air. Keuntungannya pun terus mengalir ke kantong para pemilik di negaranya masing-masing. Hal itulah, yang membuat para pengusaha pemula, mendambakan usahanya digemari seperti halnya usaha-usaha tersebut.
Tak mudah memang untuk menggapainya. Sebab, harus memulainya dari nol dan harus jatuh bangun terlebih dahulu. Seakan tak ada kunci lain bagi mereka selain harus berinovasi. Namun, inovasi dalam dunia bisnis bisa berarti memodifikasi usaha yang telah ada. Bagi pengusaha tanah air, mereka sudah mengenalnya dangan istilah ATM atau amati, tiru dan modifikasi.
Cara tersebut telah sukses mengangkat beberapa Pengusaha lokal. Salah satunya adalah Wantoro, pemilik brand usaha Ayam Bakar Mini (ABM). Setelah dirinya gagal berbisnis beberapa jenis usaha kuliner, ia akhirnya bermain usaha ayam bakar. “Awalnya saya pulang kampung ke Pemalang. Di sana, saya melihat ada pedagang ayam bakar tetapi bentuk ayam bakarnya mini dengan harga yang mini juga. Saya akhirnya berpikir, kenapa saya tidak membuat usaha seperti itu di Jakarta sebab masih langka di sini (Jakarta red),” cerita Iwan, begitu ia akrab disapa.
Usaha ayam bakar mini yang ada dikampungnya itu, ia kemas lebih moderen, baik cara penyajian, cita rasa hingga outletnya. “Kemasan yang lebih moderen ini, saya buat berdasarkan pengamatan saya di beberapa restoran papan atas, mulai dari pelayanan, cita rasa, desain outlet, kebersihan bahkan logo yang saya tiru lalu modifikasi lagi,” ujarnya. Ia meniru logo Mc’Donald’s lalu memodifikasinya dengan tulisan ayam bakar di atas logo, dan mengganti tag line resto cepat saji itu dengan “all lovin’ it!.
“Saya mau mengangkat ABM salah satunya adalah dengan kekuatan logo ini,” ucapnya. Ia meniru logo resto waralaba asing itu, berkaca dari pengalaman beberapa pengusaha lokal lainnya yang telah sukses setelah meniru logo beberapa usaha dari luar negeri. Kendati kemudian menimbulkan masalah ketika kemungkinan terjadi somasi dari pemilik brand, ia pun tak gentar sebab telah memilih desain logo cadangan.
Logo MCD yang hanya berganti tulisan itu, menarik perhatian calon pembeli. “Melihat logo ini saja, sudah banyak sekali konsumen yang tertarik karena penasaran lalu ingin mencoba menu ABM,” tukasnya. Ia tak mau sampai di logo saja. Sebab, ia pun membuat perbedaan sesuai dengan nama ‘mini’ tadi, yakni dengan harga yang mini, jauh di bawah harga ayam bakar umumnya.
Ia pun membuat tiga menu ABM. Yang pertama adalah porsi mini seharga Rp 4 ribu, ABM plus nasi seharga Rp 6.500, hingga ABM porsi sedang yang harganya berkisar Rp 8.500 hingga Rp 11 ribu dan ABM full yakni dengan satu ekor ayam bakar seharga Rp 32 ribu. “Harga yang sangat mini atau murah itu juga yang membuat banyak pembeli yang akhirnya menjadi pelanggan tetap kami,” katanya.
Menurutnya, harga dan logo ABM tak cukup untuk melanggengkan loyalitas pelanggan. Usaha yang ia awali dari tahun 2010 silam itu. Ia melakukan inovasi setiap saat agar tercapai citarasa yang benar-benar bisa menjadi keunggulannya. “Akhirnya saya juga menemukan polesan sendiri, yang berbeda dengan para pesaing,” kata alumnus Teknik Tekstil Universitas Bandung Raya ini. Polesan tersebut berasal dari bahan baku tomat, garam dan gula, sehingga rasa ayam bakarnya perpaduan rasa asam, asin dan manis.
Alhasil, setelah setahun berjalan, dari tiga cabangnya, ia berhasil mengantongi Rp150 ribu bersih setiap harinya dari satu outletnya. “Untuk itu saya habiskan tiga hingga lima ekor ayam setiap harinya untuk satu outlet. Atau dengan kata lain bisa mencapai kurang lebih tujuh puluh lima porsi pesanan setiap harinya,” urainya. Dengan keuntungan sebesar itu, modal awal yang dibenamkannya sebesar Rp 8 juta sudah hampir kembali.
Untuk bahan baku ayam, ia sendiri membelinya dari rumah potong sehingga bisa mendapatkan yang lebih murah. “Kalau satu ekor saja Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu, dikalikan tiga ekor, itulah harga jualnya per hari. Sementara modalnya untuk satu ekor itu sebesar Rp 41 ribu sampai Rp 45 ribu,” jelas bapak satu anak ini. Biaya lainnya, adalah gaji karyawan sebesar Rp 750 ribu per bulan dan sewa tempat yang berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu per bulannya.
Menurut suami Erna Wati ini, prospek usaha ABM dimungkinkan akan terus menanjak, layaknya restoran cepat saji MCD. “Saya kan survey ayam bakar yang saya lihat, itu rata-rata konsepnya biasa-biasa saja. Hanya saja mereka adalah pemain lama sehingga sudah memiliki pelanggan tetap,” katanya. Dengan terobosan kekuatan logo dan harga, ia bermimpi suatu waktu akan seperti restoran cepat saji dari Amerika Serikat itu.

Penulis : Alan Jehunat

Biaya kemitraan Rp 19.999.000,-

(Untuk daerah Cibitung, Cikarang, Tambun termasuk kota Bekasi bebas biaya kirim)

Fasilitas Yang di dapat :

  1. Hak penggunaan merk/logo abm selama 3 tahun
  2. Pelatihan dan akomodasi SDM/crew ABM
  3. Setting outlet
  4. Booth exclusive ABM 1 set
  5. Banner besar gantung 1pcs
  6. Banner kecil gantung 30 pcs
  7. Banner berdiri 2 pcs
  8. Alat untuk bakar ayam 1 pcs
  9. Kursi baso 6 pcs
  10. Kipas angin
  11. Kipas tangan
  12. Brosur promosi 300 lembar
  13. Sticker abm 50 lembar
  14. Seragam crew abm 1 pcs
  15. Topi crew 1 pcs
  16. Poster abm 7 pcs
  17. Kartu voucher gratis 1 box
  18. Kartu nama branch owner
  19. Box wadah ayam 1 pcs
  20. Penjepit ayam 2 pcs
  21. Pemanggangan jepit 2 pcs
  22. Penampan 2 pcs
  23. Kuas NON BABI 2 pcs
  24. Wadah lalap 1 pcs
  25. Wadah bawang goreng 1 pcs
  26. Wadah sambel 1 pcs
  27. Botol sambel 1 pcs
  28. Ember kecil 1 pcs
  29. Botol kecap 1pcs
  30. Pisau 1 pcs

Anda juga akan mendapatkan (Awal buka) :

  1. 5 ekor ayam (biasanya 40 porsi abm) siap bakar beserta sambal dan polesan abm
  2. Box 2000 pcs
  3. Kantong plastic, plastic lalap + sambel
  4. Pelatihan/praktek pembuatan bumbu ungkep ayam bakar.
  5. Metode gratis pembikinan es blizzz GOOGLE (produk abm)

Prosedur dan Mekanisme Kemitraan ABM

  1. Mengisi formulir permohonan
  2. Menyiapkan tempat dan lokasi
  3. Pusat melakukan survei
  4. Pembayaran DP awal 50%
  5. Pelunasan setelah 1 minggu sejak DP awal
  6. Pengiriman Peralatan dan gerobak
  7. Set Up Tempat
  8. Perjanjian Kemitraan
  9. Pelatihan SDM dan sebar brosur serta voucher
  10. Grand Opening

Beberapa Mitra/Outlet Waralaba Ayama Bakar Mini (ABM)

  1. Perum gramapuri C28 no.8 cibitung (ABM FAST- delivery dan Order)
  2. Foodcourt RUMAH SAKIT GRAHA ASRI lemah abang (jababeka) bekasi
  3. ABM-banjarmasin 01.  Jl.cendana I no 8 kayutangi banjarmasin
  4. Abm-bajarmasin 02. Komplek perumahan metro indah
  5. Abm-Tangerang 01. Jl pasir gadung (perum griyayasa) cikupa tangerang

Waralaba Ayama Bakar Mini (ABM) menghadirkan sajian khusus kuliner nusantara, dikemas dalam display outlet yang cantik serta menu menu ayam bakar yang bervariatif.

Menyajikan beberapa menu diantaranya; ABM Mini, ABM Midle, ABM Max, ABM Full, dan Nasi serta Es Blizz Google. Dengan masakan tanpa bahan pengawet serta memakai bumbu tradisional menambah sensasi tersendiri saat menikmati ayam bakar mini. Di nusantara ini, menu dengan ayam bakar tidak lah asing, sehingga potensi masyarakat Indonesia yang sedemikian besarnya sebuah potensi yang sangat luar biasa. Menu makanan apalagi ayam bakar juga diterima oleh siapa saja, dalam kondisi apapun dan kelestarian bisnis ayam bakar mini diharapkan terus berlanjut menerus dan berkesinambungan sepanjang hidup manusia. Jika ayam bakar mini menyajikan varian varian yang unik dan mini, ini tentu saja sangat berbeda menu menu yang disajikan oleh produk produk yang sejenis. Dengan kehadiran menu mini, di harapkan pelanggan tidak lagi berpikir bahwa ini adalah mahal harga jualnya. Hidangan dengan proses cepat saji menjadi sebuah trend masa kini, masyarakat umumnya sangat respek terhadap sajian dengan cara cepat.

Hingga kini manajemen Ayam Bakar Mini (ABM) terus mengupayakan pengembangan ke seluruh wilayah Indonesia selain hanya di kota Bekasi.

Saat ini jika anda sedang mencari sebuah peluang bisnis waralaba, Waralaba Ayam Bakar Mini patut menjadi pertimbangan untuk kemudian anda jalankan. Manajemen akan mensupport sepenuhnya perihal pelatihan serta dukungan dukungan yang bersifat untuk kelancaran bagi mitra mitra Ayam Bakar Mini (ABM)

Isikan data di bawah ini untuk mendapatkan informasi secara detail usaha waralaba Ayam Bakar Mini (ABM), Manajemen Waralaba Ayam Bakar Mini (ABM) hanya melayani pertanyaan calon mitra yang serius
Mohon Maaf, Untuk Sementara Bahwa Waralaba ABM ini di tutup oleh pemiliknya dan akan di buka lagi sampai batasan waktu tidak tertentu
Share Button

mau berkomentar, silahkan

comments

2 Responses to “Waralaba Ayam Bakar MINI”

  1. juanda says:

    keep quality

  2. juanda says:

    i like it

Leave a Reply