Breaking News

Waralaba Makanan Dan Minuman Tidak Akan Pernah Mati

Bisnis waralaba makanan dan minuman tidak akan pernah mati

Waralaba makanan dan minuman sudah selayaknya menjadi bisnis terfavorit dan bila diurutkan akan berada paling atas dibanding waralaba produk lain. Waralaba makanan dan minuman akan selalu menjadi bisnis waralaba yang memang paling banyak diminati karena mengingat akan peran makanan dan minuman sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semakin merebaknya bisnis waralaba makanan dan minuman murah, maka berderet nama waralaba dapat kita temukan dengan mudah. Kemudian bila kita ingin menjalankan bisnis waralaba makanan dan minuman apa yang perlu kita perhatikan? Setiap pengusaha waralaba menawarkan keuntungan dan kelebihan masing-masing.

Tidak selamanya menjadi seorang karyawan menyenangkan, karena kita bekerja kepada orang lain. Tentu sangat berbeda bila kita memiliki usaha sendiri, di samping keuntungan menjadi milik sendiri, kita juga bisa memberikan lapangan pekerjaan dan membuka peluang usaha bagi orang lain. Menjalankan usaha waralaba makanan dan minuman bisa menjadi satu alternative bagi anda yang berminat membuka usaha sendiri.

Berbicara waralaba makanan dan minuman berbicara modal

Modal memang sudah sewajarnya hal pokok bagi seorang yang berniat menjalankan usaha waralaba. Anda harus dapat memperhitungkan dengan terperinci kapan Anda akan mempunyai bisnis besar tersebut, apakah dalam 1 bulan atau 1 tahun? Atau justru akan membuka usaha dalam jangka panjang atau seterusnya? Berapa modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut. Apabila kita ingin membuka usaha tetapi belum ada modal, sebagai seorang pegawai yang berhasrat mempunyai usaha sampingan, modal bisa dikumpulkan dengan mengambil gaji kita per bulan dan menyimpan di tabungan yang kita punya, atau bisa dengan tabungan berjangka (bila waktu yang direncanakan lebih dari satu tahun). Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan Anda tergoda untuk mengambil di tengah jalan sebelum sampai waktu yang ditentukan.

waralaba makanan dan minuman

Gbr. Hendy sedang ngasih sharig di depan KTBR

Apabila Anda bermaksud mengajak seorang sebagai pekerja untuk menjalankan bisnis tersebut, yang perlu d perhatikan adalah bagaimana cara mengontrol penjualan yang sudah dilakukannya. Disini Anda bisa mengontrol yaitu dengan menghitung contohnya 1 kg ayam bisa menjadi sekitar 25 potong ayam goreng. Jika Anda memberikan harga 1 potong Rp. 5.000,- berarti karyawan tersebut harus menyetor Rp. 125.000,-. Atau untuk minuman, Anda dapat membuat tanda terima yang dihitung dari jumlah gelas yang dibawa. Dengan begitu kita dapat melihat kejujuran karyawan dari penjualan per porsi. Kita dapat mengontrol berapa porsi yang telah terjual dan berapa sisanya, apakah sesuai atau tidak. Di sisi lain agar dapat mengevaluasi keuntungan dari tiap produk lebih baik laporan keuangan dari penjualan makanan dan minuman agar dipisah.

Resiko dalam usaha waralaba makanan dan minuman

Waralaba khususnya usaha waralaba makanan dan minuman memang menjanjikan kemudahan untuk menjadi pengusaha, tapi ini bukan berarti tanpa risiko. Risiko bisnis ini bisa diperhatikan dari tinggi-rendahnya entry barrier-nya.

Entry barrier bisa ditentukan dari kekuatan hak paten, merek dagang, ciri khas, besarnya modal, serta tingkat persaingan bisnis. Franchise yang brandnya kurang familiar, gampang ditiru dan bisa dibeli dengan modal ringan akan mengundang kendala bisnis yang tinggi.

Seperti yang sering terjadi pada usaha waralaba makanan dan minuman. Di mana banyak gerai bermunculan dalam waktu sekejap tetapi tidak lama kemudian mulai berguguran. Hal tersebut bisa jadi disebabkan waralaba bersangkutan tidak punya keunikan atau ciri khas, mudah ditiru, dan modalnya ringan. Sehingga memudahkan para pemain baru untuk datang.

Risiko lain untuk waralaba makanan dan minuman antara lain risiko terjadinya kebakaran atau ledakan karena jelas aktifitas yang dilakukan adalah kegiatan memasak yang erat kaitannya dengan dapur dan api. Untuk itu dibutuhkan cara untuk menjaga aset dan sarana yang dimiliki. Untuk hal ini adalah asuransi kebakaran. Selain itu biasanya resiko yang sering dialami bagi karyawan yang bekerja di dapur yaitu terjadinya kecelakaan kerja, misalkan teriris salah satu jarinya saat memotong atau luka bakar. Jadi dibutuhkan juga asuransi kecelakaan selain asuransi kebakaran.

About Agan Erwin

Saya suka dengan ide sederhana, tetapi mempunyai kekuatan dahsyat dari yang lebih rumit dan komplek. Ingin bergabung dengan BBM Pribadi saya? pin 7F94C3AB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>